Sound Tester
Uji speaker atau headphone Anda dengan nada, sapuan bass, pemeriksaan stereo kiri/kanan, dan uji distorsi.
Apa itu Sound Tester?
Sound Tester menjalankan empat pemeriksaan speaker melalui Web Audio API browser Anda: generator nada murni di seluruh rentang yang dapat didengar, uji sub-bass dengan sapuan otomatis 20–120 Hz, pemeriksaan stereo kiri/kanan, dan tanjakan volume yang mengungkap pada tingkat berapa speaker Anda mulai terdistorsi — semuanya tanpa memasang perangkat lunak apa pun.
Cara menggunakan Sound Tester
- Turunkan volume sistem Anda terlebih dahulu, lalu pilih tab pengujian: Tone, Bass, Stereo, atau Volume & distortion.
- Tone: pilih frekuensi preset (20 Hz – 16 kHz) atau geser slider, dan pilih bentuk gelombang — Sine (murni), Square (berongga), Triangle (lembut), atau Sawtooth (terang).
- Bass: pilih frekuensi antara 20 dan 200 Hz, atau aktifkan sapuan untuk bergulir terus-menerus dari 20 Hz hingga 120 Hz.
- Stereo: mainkan Left only, Right only, atau Both — atau aktifkan auto-swap untuk berpindah antar kanal setiap 1,5 detik dan memastikan tidak ada kabel yang tertukar.
- Volume & distortion: pilih nada atau white noise, aktifkan tanjakan level, dan hentikan begitu suara terdengar kasar atau berdengung — di situlah speaker Anda mulai clipping.
- Klik Play untuk memulai dan Stop untuk mengakhiri; meter level output menunjukkan sinyal yang dikirim browser Anda.
Contoh
Pemeriksaan respons bass
Input: 20 Hz – 100 Hz, gelombang sinus, volume sedang
Output: Gemuruh dalam — tidak terdengar di speaker laptop, terdengar pada subwoofer
Tes pendengaran frekuensi tinggi
Input: 8 kHz – 16 kHz, gelombang sinus, volume rendah
Output: Pendengar muda umumnya dapat mendengar 16 kHz; gangguan pendengaran sering muncul pertama di sini
Uji distorsi speaker
Input: Gelombang sinus 1 kHz, volume ditingkatkan
Output: Suara pecah atau berdengung pada volume tinggi menandakan distorsi driver
Kesalahan umum
- Memulai dengan volume terlalu tinggi — selalu mulai dari rendah dan naikkan secara bertahap, terutama untuk frekuensi yang belum dikenal.
- Menguji melalui Bluetooth — codec Bluetooth mengompresi audio dan dapat memengaruhi respons frekuensi yang terdengar; gunakan koneksi kabel untuk hasil yang akurat.
- Berharap dapat mendengar semua frekuensi — pendengaran manusia berkisar sekitar 20 Hz hingga 20 kHz, dan rentang ini menyempit seiring usia; tidak mendengar frekuensi yang sangat tinggi tidak selalu berarti speaker bermasalah.
Mengapa menggunakan alat ini
- Tanpa instalasi — berjalan langsung di browser Anda menggunakan Web Audio API.
- Empat pengujian dalam satu alat: nada, bass, kanal stereo, dan volume/distorsi.
- Rentang frekuensi lengkap yang dapat didengar dari 20 Hz hingga 20 kHz, ditambah sapuan bass khusus 20–120 Hz.
- Uji kanal kiri/kanan dengan auto-swap menemukan speaker mati atau kabel tertukar dalam hitungan detik.
- Meter level output langsung dengan pembacaan dBFS selama pengujian berjalan.
- Beragam bentuk gelombang dan white noise untuk menguji berbagai aspek performa speaker.
- Sepenuhnya privat — tidak ada data audio yang dikirim ke server.